Wujudkan Program Prioritas Presiden, Pemprov Maluku Utara Gelar Skrining Kesehatan Massal di Sekolah

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Bentanghalmahera – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, secara resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB tingkat provinsi tahun 2026 di Aula SMA Negeri 5 Kota Ternate pada Kamis, 5 Februari 2026. Inisiatif ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menyelaraskan program prioritas Presiden Prabowo guna memastikan standar kesehatan nasional terpenuhi sejak dini di lingkungan pendidikan.

Dalam arahannya, Gubernur Sherly menegaskan komitmen kuat untuk menuntaskan skrining kesehatan bagi seluruh siswa di wilayahnya dalam waktu singkat. Dengan total populasi mencapai 70.000 siswa, beliau optimis target tersebut dapat rampung hanya dalam dua bulan melalui koordinasi lintas sektor yang intensif.

“Kalkulasinya sederhana, jika satu Puskesmas melayani minimal 10 siswa saja per hari, maka jangkauan kita mencapai 1.500 siswa per hari. Dalam 100 hari bisa mencapai 150.000, sehingga target 70.000 siswa ini saya pastikan bisa tuntas dalam waktu dua bulan,” ujar Gubernur Sherly dengan nada optimis.

Guna memastikan kelancaran teknis di lapangan, Gubernur akan segera bersurat kepada para Bupati dan Wali Kota se-Maluku Utara untuk menginstruksikan Dinas Kesehatan masing-masing agar membangun kerja sama solid dengan satuan pendidikan. Hingga momen peluncuran, data kumulatif mencatat sebanyak 34.715 siswa telah menjalani pemeriksaan awal dengan temuan yang cukup krusial.

Karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling mendominasi dengan 16.703 kasus, disusul oleh kurangnya aktivitas fisik yang melibatkan 18.337 siswa. Selain itu, terdeteksi pula risiko penyakit tidak menular seperti prehipertensi pada 2.840 siswa dan pre-diabetes pada 545 siswa.

Kondisi kesehatan reproduksi dan gizi juga menjadi perhatian serius, di mana terdapat 5.951 siswa berisiko pada kesehatan reproduksi serta 3.609 siswa terindikasi mengalami gizi kurang. Selain itu, ditemukan fakta memprihatinkan mengenai 2.042 siswa yang memiliki kebiasaan merokok. Data distribusi di sepuluh kabupaten/kota menunjukkan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai wilayah dengan jumlah pemeriksaan tertinggi sebanyak 7.432 siswa, diikuti Kota Ternate dengan 6.754 siswa dan Kota Tidore Kepulauan sebanyak 4.469 siswa.

Gubernur menutup sambutannya dengan menekankan bahwa data yang terkumpul bukanlah sekadar angka statistik, melainkan rujukan utama bagi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi medis serta edukasi pola hidup sehat yang lebih tepat sasaran.

“Kesehatan adalah fondasi belajar. Dengan skrining ini, kita melakukan deteksi dini agar anak-anak kita tumbuh sehat dan mampu bersaing secara global,” pungkasnya di hadapan para undangan dan tenaga pendidik yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !